Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, September 24, 2012

Fungsi Fungsi Komunikasi

Heeeyyyaahh, akhirnya saya kembali juga setelah mungkin berabad-abad tidak membuat postingan baru yang pastinya keren dan bermanfaat bangett .. #lebay ON
Tapi semua pasti kangen tho? hahaha .. oke oke untuk mengobati ke-kangen-an kalian, saya akan memberikan tugas saya pada saat jaman saya kuliah di semester 1 dulu (ini hanya ringkasan lho a.k.a summary), pada mata kuliah pengantar ilmu komunikasi ... (kok tugas kak? bukan karena saya kehabisan ide lho tapi karena saya saat ini sedang banyak tugas jadi mungkin share tugas pasti bermanfaat .. ) :O
Jangan lupa buka juga postingan yang sebelumnya seperti Jenis Pengalaman Pribadi dan juga Kumpulan Humor part 2 .. promosi sedikit lah, whehehe .
Oh ya kalo repost saya mohon maaf ya!! :D
Oke tanpa berbasa basi lagi ..

Here it is!!

Communication:
Photobucket

Mengapa Kita Berkomunikasi: Fungsi-Fungsi Komunikasi

    Mengapa kita berkomunikasi? Apakah fungsi komunikasi bagi manusia? Pertanyaan ini begitu luas, sehingga lebih baik dirumuskan menjadi beberapa pertanyaan yang lebih spesifik, sehingga lebih mudah kita jawab, seperti: “ Apa yang mendorong kita berkomunikasi?” “ Manfaat manfaat apa yang kita peroleh dari komunikasi?” dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan para pakar komunikasi terdapat fungsi fungsi yang berbeda-beda satu dengan yang lain, dibawah ini ada beberapa pendapat dari para pakar tersebut.
    Gordon I. Zimmermen merumuskan bahwa kita dapat membagi tujuan komunikasi menjadi dua kategori besar. Pertama, kita berkomunikasi untik menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita-- untuk memberi makan dan pakaian kepada diri sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. Jadi komunikasi mempunyai fungsi isi untuk menyelesaikan tugas, dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi mengenai bagaimana hubungan kita dengan orang lain.
    Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson juga mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri sendiri yang meliputi : keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk mempengaruhi hubungan social dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.
    Jadi, dari beberapa pendapat dari pakar tersebut, kita akan membahas empat fungsi komunikasi berdasarkan kerangka yang dikemukakan William I. Gorden. Keempat fungsi tersebut, yaitu komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental. Fungsi suatu peristiwa komunikasi (communication event) tampaknya tidak sama sekali independen, melainkan juga berkaitan dengan fungsi-fungsi lainnya, meskipun terdapat suatu fungsi yang dominan.

Fungsi Pertama: Komunikasi Sosial


   Fungsi komunikasi sebagai komuunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa kominkasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat ( keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota, dan negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.
  Pada satu sisi, komunikasi merupakan mekanisme untuk mensosialisasikan norma-norma budaya masyarakat, baik secara horizontal, dari suatu masyarakat kepada masyarakat yang lainnya, ataupun secara vertical, dari suatu generasi kepada generasi berikutnya. Pada sisi lain, budaya menetapkan norma-norma (komunikasi) yang dianggap sesuai untuk suatu kelompok, misalnya “ Laki-laki tidak gampang menangis, tidak bermain boneka,” “Anak perempuan tidak bermain pistol-pistolan, pedang-pedangan, ataupun mobil-mobilan,” “ Jangan makan dengan tangan kiri,” “Jangan melawan orangtua,” “Duduklah dengan sopan,” dan sebagainya. Budaya yang meninggal apakah mayatnya dikafani atau dalam peti mati, setelah itu apakah ada tahlilan atau tidak, juga bergantung pada norma-norma budaya yang berlaku pada komunikasi kita.
Oleh karena fakta atau rangsangan komunikasi yang sama mungkin dipersepsi secara berbeda oleh kelompok-kelompok berbeda kultur atau subkultur, kesalahpahaman hamper tidak dapat dihindari. Akan tetapi, ini tidak berarti bahwa berbeda itu buruk. Kematangan dalam budaya ditandai dengan toleransi atas perbedaan.

Fungsi Kedua: Komunikasi Ekspresif


   
Erat kaitannya dengan komunikasi sosial dalah komunikasi ekspresif yang dapat dilakukan baik semdirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut dikomunikasikan terutama melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, bahagia, sedih, takut,prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun biasanya disampaikan lewat perilaku nonverbal. Perasaan bahkan juga bias diungkapkan dengan memberi bunga, misalnya sebagai tanda cinta atau kasih sayang atau ketika kita ingin menyatakan selamat kepada orang yang berulang tahun, bisa juga untuk menyatakan simpati dan duka cita kepada orang yang salah satu anggota keluarganya meninggal dunia. Emosi kita juga dapat kita salurkan lewat bentuk-bentuk seni, seperti puisi, novel, musik, tarian, atau lukisan.

Fungsi Ketiga: Komunikasi Ritual


   
Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual, yang biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebagai rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun (nyanyi Happy Birthday dan pemotongan kue), pertunangan (melamar, tukar cincin), siraman, pernikahan (ijab-qabul, sungkhem, kepada orang-tua, sawer, dan sebagainya). Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau menampilkan perilaku-perilaku simbolik.
    Komunikasi ritual sering juga bersifat ekspresif, misalnya Para siswa yang menjadi pasukan pengibar bendera pusaka mencium bendera merah putih, sering dengan berlinang air mata untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada nusa dan bangsa, terlepas dari apakah kita setuju terhadap perilaku mereka atau tidak.

Fungsi Keempat: Komunikasi Instrumental


   
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan juga menghibut. Bila diringkas, maka kesemua tujuan tersebut dapat disebut membujuk (bersifat persuasif). Komunikasi yang berfungsi memberitahukan atau menerangkan (to inform) mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang disampaikannya akurat dan layak diketahui.
    Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan tersebut. Komunikasi berfungsi sebagai instrument untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek, misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik memperoleh keuntungan material, ekonomi, dan politik.Sementara itu, tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu tentu saja berkaitan dalam arti bahwa berbagai pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan karier.
    Keahlian berkomunikasi membantu memperoleh sukses pekerjaan karena pekerjaan, apalagi profesi-profesi yang menuntut tindakan berbicara seperti dosen, guru, manajer, politisi, Public Relations Officer (PRO), wartawan, atau pengacara, jelas menuntut keahlian berbicara, keahlian berpidato, keahlian begaul dengan orang lain dan meyakinkan mereka, berunding, dan memimpin rapat.
    Meskipun kita dapat membedakan fungsi-fungsi komunikasi tersebut, suatu pristiwa komunikasi sesungguhnya seringkali mempunyai fungsi-fungsi yang tumpang tindih, meskipun salah satu fungsinya sangat menonjol dan mendominasi. Perayaan Idul Fitri oleh kaum Muslim dan perayaan Natal oleh kaum Nasrani di Indonesia misalnya mempunyai keempat fungsi tadi, yakni: komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental.


Daftar Pustaka
Mulyana, Deddy. 2007. Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset



 

Selasa, Juli 17, 2012

Sekilas Partai Politik

Helooo, sudah lama gak postingan yaa.. maka dari itu biar blog nya gak mati, hahaha .. aku share aja tugas tugas kuliah ku biar dapat membantu teman teman dalam tugasnya masing masing :O

Here we go!!

Partai Politik Tahun 2009:
Photobucket
A. Awal mula terbentuknya Partai Politik

   Awal terbentuknya Partai Politik dimulai sejak Presiden Soekarno terpilih sebagai presiden dan Moh, Hatta sebagai Wakil Presiden, lalu di sisi lain Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai penasehat tubuh Presiden. Karena KNIP memiliki fungsi yang sangat penting bagi pemerintahan Indonesia waktu itu, maka KNIP menjadi pusat perhatian. KNIP yang dipimpin oleh Syahrir (salah satu lawan Soekarno) mengeluarkan sebuah keputusan, keputusannya yaitu untuk mendorong pembentukan partai-partai politik yang saling bersaing. Sejumlah Partai Politik seperti, Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Nasional Indonesia( PNI), Partai Sosialis Indonesia (PSI), lalu Partai Komunis Indonesia (PKI) mulai muncul ke permukaan. Ini yang menandai bahwa Indonesia sekarang menganut sistem multi partai artinya memiliki banyak partai atau lebih dari 3 partai penting di Indonesia. Dan hal ini(keputusan ini) telah disetujui oleh Presiden Soekarno sendiri dan ditanda tangani pleh Moh. Hatta, hal ini lah yang merupakan awal mula terbentuknya partai politik di Indonesia saat masa Presiden Soekarno (Orde Lama)


B. Kehidupan Partai Politik di masa demokrasi liberal

   Pada masa Demokrasi Liberal terjadi berbagai peristiwa penting seperti pergantian kabinet yang cepat akibat pemberlakuan sistem Kabinet Parlementer, penyelegaraan pemilu I RI, kegagalan konstituante yang baru dan keluarnya Dekrit Presiden 1959. Pada masa demokrasi liberal berlaku sistem multipartai, partai – partai ini ada yang berkuasa di dalam pemerintahan dan ada juga yang menempatkan diri sebagai partai oposisi. Partai yang berkuasa mendudukkan wakil  wakilnya dalam kabinet setelah mendapatkan dukungan mayoritas parlemen. Namun, apabila mayoritas suara parlemen tidak mempercayai lagi kabinet tersebut, maka jatuhlah kabinet yang berkuasa itu. 
   Partai – partai yang pernah berkuasa di Indonesia pada umumnya memiliki kelemahan yang memberi peluang kepada partai oposisi untuk menjatuhkannya dalam parlemen. Selama masa demokrasi liberal, hal ini sering terjadi sehingga menimbulkan dampak yang kurang menguntungkan bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

C.Peran Partai Politik di masa demokrasi liberal

   Pada masa Demokrasi Liberal sebagaian partai – partai politik yang ada tidak bekerja sebagai penyalur aspirasi rakyat. Mereka hanya memperjuangkan kepentingan golongan atau pribadi para pemimpin. Rakyat Indonesia menjadi frustasi melihat kepincangan politik semacam itu sehingga rakyat menuntut diadakannya pemilihan umum. Peranan partai politik pada masa ini sudah menjadi sarana penyalur aspirasi rakyat, namun kurang maksimal karena situasi politik yang panas dan tidak kondusif. Dimana setiap partai hanya mementingkan kepentingan partai sendiri tanpa memikirkan kepentingan yang lebih luas yaitu kepentingan bangsa.

D.Kehidupan Partai Politik di masa demokrasi terpimpin

   Pada tahun 1959 sistem multi partai masih dijalankan, tetapi karena banyak partai yang mengalami “penurunan” sehingga tentara pun ikut campur dalam perpolitikan di Indonesia. Sehingga Presiden Soekarno yang didukung oleh para tentara membentuk sebuah demokrasi terpimpin.

   Peta politik Indonesia berubah secara drastis terutama dapat dilihat dari semakin berkurangnya peranan partai-partai politik, kecuali beberapa partai yang dekat dan mau menerima konsepsi Sukarno. Salah satu konsepsi Sukarno yang sangat terkenal dalam masa demokrasi terpimpin adalah NASAKOM (Nasionalis Agama dan Komunis). Dengan konsepsi tersebut Sukarno ingin menggabungkan bahkan meleburkan berbagai ideologi kedalam suatu aliansi politik dan memaksa masing-masing ideologi yang bertentangan itu untuk bekerjasama dalam sistem demokrasi terpimpin yang dibangun Sukarno. Bila melihat Peta kekuatan politik yang mendominasi berbagai institusi politik di Indonesia maka konfigurasi politik yang tebentuk pada masa demokrasi terpimpin adalah : Sukarno - ABRI (AD) – PKI.

E.Peran Partai Politik di masa demokrasi terpimpin

   Di dalam Demokrasi Terpimpin peran partai politik menjadi berkurang karena pemegang kekuasaan penuh menjadi milik Presiden, Pada masa demokrasi terpimpin ini peranan partai politik mulai dikurangi, sedangkan di pihak lain, peranan presiden sangat kuat. Partai politik pada saat ini dikenal dengan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang diwakili oleh NU, PNI dan PKI. Pada masa Demokrasi Terpimpin ini nampak sekali bahwa PKI memainkan peranan bertambah kuat, terutama memalui G 30 S/PKI akhir September 1965).


Mungkin hanya itu saja yang bisa saya bagikan .. kalo ada yang kurang mohon maaf ya .. :D
Kunjungi juga postingan saya yang lain seperti Tips Quest 100Day/365Day dan Tips dan Trik Relic Hunting 
Ok .. semoga bermanfaat dan ditunggu komennya ..
Hope that it useful :D
God Bless ..



Sabtu, Juni 09, 2012

Motivasi Wirausaha untuk Anak Muda


halooo temen temen, kembali berjumpa dengan saya .. kali ini saya akan membuat postingan dari tugas kuliah kewirausahaan yaitu tentang wirausaha. udah tau kan kewirausahaan itu apa? 

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. dari pengertian tersebut berarti wirausaha memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. apakah dari temen temen ada yang ingin menjadi seorang wirausahawan/entrepreneur? nah semoga saja postingan kali ini membantu dan bermanfaat bagi temen temen .. :D

Motivasi Wirausaha

Setiap manusia/ insan sudah dibekali oleh Tuhan dengan komposisi bentuk kecerdasan yang unik (UNIKUM). Howard Gardner membagi intelgensi pada anak, pertama ada 7, kemudian ia menemukan satu tambahan intelgensi naturalis sehingga menjadi 8 talenta. 8 intelgensi tersebut yakni:
1.      Linguistic (Kecerdasan Linguistik)
Adalah kecerdasan menggunakan kata-kata secara efektif. Kecerdasan ini sangat berguna bagi para penulis, aktor, pelawak, selebriti, radio dan para pembicara hebat. Kecerdasan juga membantu kesuksesan kariernya di bidang pemasaran dan politik.

2.      Logical-Mathematical (Kecerdasan Logika dan Matematika)
Kecerdasan yang satu ini adalah ketrampilan mengolah angka dan kemahiran menggunakan logika dan akal sehat. Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan untuk membuat hipotesa dan dengan tekun mengujinya dengan eksperimen. Ini juga kecerdasan yang digunakan oleh Akuntan pajak, pemrogaman komputer dan ahli matematika.
3.      Musical (Kecerdasan Musik)
Kecerdasan musical melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan irama atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano di dunia seni dan budaya.

4.      Intra Personal (Kecerdasan Intra Pribadi)
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami diri sendiri, kecerdasan untuk mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Kecerdasan ini sangat penting bagi para wira usahawan dan individu lain yang harus memiliki persyaratan disiplin diri, keyakinan, dan pengetahuan diri untuk mengetahui bidang atau bisnis baru.

5.      Inter Personal  (Kecerdasan Antar Pribadi)
Kecedasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerj untuk orang lain. Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, mulai dari kemampuan berempati, kemampuan memimpin, dan kemampuan mengorganisir orang lain.


6.      Bodily-Linguistic (Kecerdasan Kinestetik/ Jasmani)
Kecerdasan jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim aktor) dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kay, ahli bedah)

7.      Spatial (Kecerdasan Spasial)
Ini adalah kecerdasan gambar dan bervisualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk menvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk 2 atau 3 dimensi. Seniman atau pemahat serta pelukis memiliki kecerdasan ini dalam tingkat tinggi.

8.      Naturalis (Kecedasan Naturalis/ Alami)
Kecerdasan naturalis melibatkan kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk alam di sekitar kita: Bunga, burung, pohon, hewan serta flora dan fauna lainny. Kecerdasan ini dibutuhkan di banyak profesi seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter, hewan dan holtikulturalis.
8 kecedasan inilah yang akan diajarkan pada pendidikan kewirausahaan, karena pendidikan kewirausahaan adalah untuk mengasah kemampuan otak kanan agar seimbang dengan otak kiri. Tetapi karena pendidikan kewirausahaan ini kurang diterapkan dengan baik oleh pendidikan di Indonesia maka akan mempengaruhi terhadap jumlah pengangguran di Indonesia sendiri. Karena makin tinggi tingkat pendidikan maka makin rendahnya tingkat kemandirian dan semangat wirausahanya, maka dari itu semakin tinggi tingkat pendidikan maka pendidikan kewirausahaan itu sangat andil besar dalam meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Karena di Indonesia sendiri jumlah wirausaha/ entrepreneur hanya 0.5% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar hanya 400 ribuan penduduk saja yang berwirausaha, padahal idealnya dalam sebuah negara jumlah wirausaha harus mencapai 2% dari jumlah penduduk atau sekitar 4,5 juta penduduk.
Dengan melihat jumlah wirausaha yang begitu sedikit dibanding dengan jumlah pengangguran yang setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan, maka yang Indonesia perlukan adalah Entrepreneur/ Wirausaha. Entrepreneur sendiri adalah Orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan sukses. Lalu, manfaat Entrepreneur bagi kita sendiri yaitu :
1.      Kita memiliki kehidupan yang luar biasa
2.      Menciptakan nilai dari sesuatu yg tak berharga
3.      Kaya
4.      Kita menciptakan perbedaan
5.      Kita mengubah dunia secara positif
6.      Kita mampu menciptakan lapangan pekerjaan
7.      Kita akan mewariskan sesuatu yang berharga kepada anak cucu kita

Di dalam kita berwirausaha/ entrepreneur  hal yang terpenting untuk dilakukan adalah kita harus memiliki sebuah mimpi/ impian. Tidak masalah berapa besar & banyak impian yang Anda miliki karena yang menjadi masalah adalah berusaha mengejar semuanya pada saat bersamaan sehingga Anda kehilangan fokus dan pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi sering kita menganggap bahwa berwirausaha itu sulit dilakukan dan banyak masalah yang harus dihadapi, itu hanya mitos negatif yang salah. Contoh mitos mitos negatif yang salah antara lain: bisnis harus ada bakat, bisnis harus mendapatkan bimbingan dan pendidikan, bisnis selalu membutuhkan modal, bisnis penuh dengan resiko,dll. Mitos negatif itulah yang harus dihilangkan, karena hal itu akan menghambat kita dalam berwirausaha nantinya dan di dalam hidup selalu ada resiko yang harus kita hadapi. Yang perlu kita hayati adalah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dan bagaimana cara kita untuk menembus batas kesulitan itu.
Di dalam kehidupan pasti ada kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi dan kita kalahkan, karena kesulitan itu hanyalah tembok penghalang menuju kesuksesan itu. Dan penghambat itu biasa kita sebut dengan Mental Block, yang berarti cara berfikir dan berperasaan yang terhalangi oleh ilusi-ilusi yang sebenarnya hanya membuat kita terhambat dalam melangkah menuju kesuksesan. Mental Block sendiri bisa disembuhkan dengan adanya Kemauan, Bangun dari keterlenaan, Temukan, dan Mengakui keadaan. Ketika kita bisa dalam mengatasi Mental Block ini maka akan muncul jiwa seorang Entrepreneur. Tetapi jiwa Entrepreneur ini harus terus dibentuk dan terus mengalami proses yang tidak singkat, asalkan ada Impian maka semua bisa terjadi.
Ketika jiwa entrepreneur sudah terbentuk dan siap menjadi seorang wirausaha, berarti orang tersebut harus memiliki pola pikir seorang entrepreneur, pola pikirnya adalah sebagai berikut:
-          Selalu di pinggir jurang
-          Memanfaatkan resiko menjadi peluang
-          Cerdas dalam melihat peluang di depannya
-          Tidak cepat puas
-          Tidak berhenti berinovasi melainkan terus berpikir kreatif dan berinovatif
Apabila jiwa dan pola pikir entrepreneur sudah terbentuk maka yang harus diketahui/ dipelajari adalah tugas entrepreneur itu seperti apa. Ketika semua sudah lengkap maka kita harus memulai untuk menjadi sorang wirausaha yang baru. Menjadi sorang wirausaha yang masih baru, maka banyak sekali godaan dan tantangan di jaman seperti ini maka dari itu seorang wirausaha yang baru seharusnya sudah memiliki mental seorang pengusaha yang kuat. Di dalam berwirausaha kita memerlukan sebuah komunitas bisnis/ mitra bisnis yang dapat bermanfaat dalam bisnis kita nantinya. Karena komunitas bisnis ini akan membentuk sinergi dalam usaha sehingga dapat memunculkan banyak peluang kedepannya, serta komunitas bisnis bisa menjadi sarana pertukaran informasi dan wadah pembelajaran. Berikut ini adalah tips dalam memulai bisnis yang efektif, yaitu:
1.      Berguru kepada orang yang terbaik dan tepat
2.      Mengetahui secara keseluruhan peta bisnis tersebut
3.      Mengetahui peluang dan risiko secara lebih detail
4.      Mengetahui strategi memperoleh peluang yang besar, dan bayangkan kita akan mendapatkannya
5.      Mengetahui strategi untuk mengurangi risiko kerugian
6.  Jangan hanya membayangkan kerugian, tapi bayangkan kenikmatannya, sehingga kita tetap semangat dalam kondisi apapun
7.      Melakukan langkah awal dalam bisnis
8.      Bila menjumpai masalah, hadapi dan bertanyalah kepada guru terbaik di bidangnya
9.      Melakukan langkah berikutnya, evaluasi, belajar, melakukan lagi, dan terus berputar.
Setelah kita memilih bisnis apa yang paling tepat buat kita, serta mengetahui halangan atau hambatan yang akan dihadapi serta resikonya, berarti langkah nyata kita yaitu memulai bisnis yang pilih ini dari awal dan terus menghargai apa yang namanya berproses itu. Dengan menjadi seorang wirausaha kita bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia dan membuat Indonesia menjadi penghasil entrepreneur terbesar di dunia. Mari jauhkan diri kita dari Not Action Talk Only yang artinya banyak bicara tetapi tidak dilakukan hanya sebatas perkataan saja, tetapi Just Do It yang artinya lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Karena Ambisi, Kenyataan, Usaha (AKU) adalah kunci sukses dalam hidup ini.
gimana nih menurut temen temen artikel dari saya? manteb kan? wahahahah ...
ohh iyee.. jangan lupa ya buka postingan ane yang lain seperti Kumpulan Humor, Firman Tuhan dalam kehidupan, Sejarah Pelangi, dan juga yang paling HOT Tips & Trick Gear Enchanter .. haha
#promosi dikit gak papa kan ... yang penting semua heppy :p

okee .. tetep stay tune @My Blog eeeaaahhh ..
God Bless